Sumber: Modifikasi Blog (Khusus Blogger / Blogspot) - IndoForum http://www.indoforum.org/t98819/#ixzz251bEgmNq Hak Cipta: www.indoforum.org Sumber: Modifikasi Blog (Khusus Blogger / Blogspot) - IndoForum http://www.indoforum.org/t98819/#ixzz251bEgmNq Hak Cipta: www.indoforum.org HTML Free Code HTML Free Code

Minggu, 02 September 2012

Kisah Rama dan Shinta


Desa Mantili nampak gempar. Seekor harimau masuk ke dalam desa. Semua berlari menyelamatkan diri. Dewi Shinta yang barusaja pulang dari pasar bersama kedua temannya tak bisa lari, harimau ganas sudah menghadang Dewi Shinta.

Kedua teman Dewi Shinta lari ketakutan menyelamatkan diri. Semua belanjaan ditinggal hingga berserakan. Dewi Shinta menangis kebingungan. Dari jauh warga nampak panik namun tak mampu berbuat apa-apa. Raden Janaka, ayah Dewi Shinta berteriak minta tolong. Namun tak ada satupun yang berani mendekat. Dewi Shinta berlari menjauh. Harimau mengejar. Dewi Shinta tiba-tiba terjatuh….Semua tak mampu menatapnya. Saat harimau bersiap menerkam Dewi Shinta, muncul Raden Rama dengan gagah berani bertarung melawan harimau. Dewi Shinta sempat terluka. Akhirnya Raden Rama berhasil membunuh harimau.

Desa Mantili mengelu-elukan Raden Rama yang gagah berani. Raden Janaka kagum akan kehebatan Raden Rama. Saat bertatapan dengan Dewi Shinta, keduanya nampak saling jatuh cinta. Kehebatan Raden Rama tersiar di setiap sudut negeri. Termasuk Rahwana. Rahwana yang sudah lama mencintai Dewi Shinta cemburu karena ada laki-laki lain yang berhasil menyelamatkan Dewi Shinta. Sementara itu Raden Rama yang sudah jatuh hati pada Dewi Shinta melamar Dewi Shinta. Dewi Shinta tersenyum bahagia. Raden Rama tidak hanya tampan. Namun juga santun. Mendengar Dewi Shinta akan menikah dengan Raden Rama, Rahwana kian panas. Saat Dewi Shinta baru saja pulang dari melihat pertunjukkan kesenian, Rahwana mengutarakan rasa cintanya pada Dewi Shinta. Tapi Dewi Shinta menolak. Rahwana bukan pemuda yang baik. Rahwana dengan marah berkata tidak akan membiarkan Dewi Shinta bahagia. Dewi Shinta harus jadi istrinya!

Beberapa saat kemudian…

Nampak Dewi Shinta dan Raden Rama sedang berada di tepi hutan. Raden Rama nampak membawa panah. Raden Rama yang sedang hamil muda minta pada Raden Rama agar mencarikan ayam hutan kesukaannya. Raden Rama dengan bahagia mengusap perut Dewi Shinta. Keduanya tak menyadari ada sepasang mata menatap dari kejauhan. Raden Rama berlari mengejar buruan. Sementara itu Dewi Shinta yang sedang duduk tak menyadari Rahwana ada di belakangnya dan membekap Dewi Shinta dengan cepat. Dewi Shinta meronta. Rahwana dengan cepat membawa Dewi Shinta pergi dengan kudanya.

Dewi Shinta berteriak dan menangis ketakutan. Sementara itu Raden Rama masih berjuang mendapatkan ayam hutan. Setelah dekat, Raden Rama memanahnya. Raden Rama nampak bahagia berhasil memanahnya. Namun betapa terkejutnya Raden Rama, Dewi Shinta sudah tidak ada ditempat. Raden Rama kebingungan mencari di mana Dewi Shinta. Tapi Dewi Shinta tidak ditemukan. Raden Rama hanya menemukan dua sandal selop Dewi Shinta ada dalam letak berbeda, tanda Dewi Shinta meronta. Raden Rama yakin Dewi Shinta ada yang menculik!

Dengan cepat Raden Rama kembali ke rumah. Ayahanda Dewi Shinta dan ibunda kaget karena Dewi Shinta belum sampai rumah. Raden Rama yakin Dewi Shinta sudah hilang. Sementara itu Dewi Shinta harus berada dalam kekangan Rahwana yang sangat terobsesi ingin menikahi Rahwana. Rahwana berkata bahwa ia akan menikahi Dewi Shinta. Dewi Shinta menolak! Ia adalah istri Raden Rama! Apalagi sekarang Dewi Shinta sedang hamil anak Raden Rama. Rahwana marah! Ia lakukan segala macam cara untuk membuat Dewi Shinta mau menjadi istrinya. Dewi Shinta yang berada di rumah Rahwana dijaga ketat oleh pengawal dan seorang abdi bernama Mbok Moro yang terus menyuruh Dewi Shinta agar menikah dengan Rahwana daripada Rahwana murka. Kata Dewi Shinta, lebih baik ia mati daripada mengkhianati cinta suaminya. Sementara itu Raden Rama terus berusaha mencari di mana Dewi Shinta. Raden Rama bersama beberapa abdinya mencari Dewi Shinta ke seluruh penjuru negeri.

Sementara itu Rahwana sudah kehilangan kesabaran. Ia dengan paksa membawa Dewi Shinta untuk menikah di padepokan Braja, guru Rahwana. Dewi Shinta menolak. Kali ini Rahwana memaksa dengan keras. Sepanjang perjalanan menuju padepokan Braja, Dewi Shinta menangis. Tiba-tiba, Dewi Shinta berusala meloncat dari kereta. Rahwana mengejar Dewi Shinta dengan cepat. Dewi Shinta berlari menyelamatkan diri sambil minta tolong. Saat itu juga Raden Rama yang mulai putus asa mencari Dewi Shinta mendengar teriakan Dewi Shinta. Raden Rama mencari asal suara. Ia melihat Dewi Shinta ketakutan. Betapa bahagianya Dewi Shinta melihat Raden Rama. Raden Rama muncul bersama pasukannya dan menyelamatkan Dewi Shinta. Pertempuran tidak dapat dihindari. Pertempuran dimenangkan oleh Raden Rama. Rahwana terluka parah. Dewi Shinta dengan bahagia memeluk Raden Rama. Namun Rahwana sebelum pergi berkata "Bodoh sekali kamu Rama mau menerima Dewi Shinta! Dewi Shinta tidak suci lagi". Rahwana dalam keadaan luka parah menghilang.

8 bulan kemudian…

Kini kandungan Dewi Shinta semakin besar. Namun entah, setiap kali melihat Dewi Shinta, Raden Rama merasa bayang Rahwana muncul. Raden Rama akhirnya merasa panas. Kata-kata Rahwana bahwa kesucian Dewi Shinta sudah ternoda terus membayangi Raden Rama. Raden Rama awalnya tidak percaya, namun Raden Rama akhirnya mengusir Dewi Shinta. Di antara sedih dan dukanya Dewi Shinta berjalan tanpa arah. Dewi Shinta begitu sedih. Perut Dewi Shinta juga sudah sangat besar. Dewi Shinta sangat kehausan dan kelaparan. Saat sedang berjalan Dewi Shinta memasuki sebuah desa. Ia berhenti di sebuah warung kopi milik Mbok Padmi. Mbok Padmi menerima Dewi Shinta sementara tinggal di rumahnya karena kasihan.

Kehadiran Dewi Shinta yang cantik mengundang perhatian seluruh warga. Anak Mbok Padmi, Joko Bodo yang berperilaku kurang baik mencoba merayu Dewi Shinta. Tapi Dewi Shinta menolak. Joko Bodo marah! Ia lalu menyebar berita pada orang-orang desa bahwa Dewi Shinta pasti wanita nakal yang hamil di luar nikah. Keberadaan Dewi Shinta yang hamil di luar nikah dianggap akan membawa sial desa mereka. Warga mengusir Dewi Shinta. Mbok Padmi kasihan pada Dewi Shinta tapi Dewi Shinta tak berdaya. Dewi Shinta berjalan meninggalkan desa. Saat kerumanan warga masih belum bubar, muncul Rahwana. Ternyata hingga saat ini Rahwana masih terus mencari Dewi Shinta! Rahwana tersenyum senang. Ia pasti akan mendapatkan Dewi Shinta.

Dewi Shinta kembali berjalan, hujan badai menyerang Dewi Shinta. Dewi Shinta kesulitan melangkah, karena angin bertiup sangat kencang. Saat Dewi Shinta berteduh di bawah pohon, pohon tiba-tiba tumbang dan kakinya menimpa Dewi Shinta. Dewi Shinta kesakitan luar biasa. Tubuhnya basah kuyup! Tiba-tiba Dewi Shinta merasakan perutnya mulas luar biasa. Ia seperti akan melahirkan. Dewi Shinta mencari tempat berlindung. Ia menemukan seperti goa kecil. Dewi Shinta masuk ke dalamnya dan mencoba merebahkan diri. Naas, ketika Dewi Shinta menoleh, di dekatnya nampak banyak sekali ular berbisa yang menjalar-jalar bersiap menyerangnya. Dewi Shinta ketakutan dan berusaha lari dengan tertatih-tatih… Dewi Shinta kesakitan. Beberapa ular sudah menggigit kakinya. Dewi Sinta hampir putus asa.

Sementara itu Raden Rama merasa sangat bersalah.

Di keadaan yang lain, ketika Dewi Shinta menjerit kesakitan digigit ular, Raden Rama merasa mendengar jeritan Dewi Shinta. Raden Rama berniat mencari Dewi Shinta. Ia tiba-tiba merasa bersalah kenapa sampai mengusir istri yang dicintainya. Raden Rama lalu memutuskan mencari Dewi Shinta. Sementara itu Dewi Shinta semakin tidak kuat menahan bayi yang akan lahir. Saat ia kesakitan dan minta tolong. Tiba-tiba yang muncul di hadapannya adalah Rahwana! Dewi Shinta terbelalak kaget! Sambi memegangi perutnya dan darah yang mulai mengalir, Shinta berlari. Namun naas. Ia terjatuh dan terpeleset dan tak sadarkan diri. Darah segar makin membanjiri kaki Dewi Shinta. Gelang tangan yang dipakai Dewi Shinta terlepas. Rahwana nampak geram karena posisi Dewi Shinta sudah ada di bawah tebing yang jauh darinya.

Dewi Shinta tersadar. Ketika sadar, ia sudah berada di rumah Guru Tapa. Dua abdi guru tapa nampak sedang merawat Dewi Shinta yang akan melahirkan Dewi Shinta berusaha sekuat tenaga. Guru Tapa menunggu di luar. Tak lama kemudian lahir bayi Dewi Shinta. Suara tangis bayi yang dilahirkan Dewi Shinta sangat kuat membahana, pertanda ia seorang bayi yang sangat luar biasa.

Sementara itu Raden Rama masih berjuang mencari Dewi Shinta. Saat sedang kebingungan, ia menemukan gelang milik Dewi Shinta yang pernah ia berikan sebagai tanda cinta. Raden Rama dengan bahagia berusaha mencari Dewi Shinta. Ia yakin Dewi Sinta ada di sekitar itu. Tiba-tiba saja sebuah sebuah panah nyaris mengenai dada Raden Rama. Raden Rama terkejut. Ternyata Rahwana! Rahwana yang masih hidup masih berniat balas dendam pada Raden Rama. Kini Rahwana membawa banyak sekali pengawal. Dengan cepat pengawal Rahwana berusaha membunuh Rama. Pertarungan kembali terjadi. Namun keadaan Raden Rama kali ini kalah. Dengan tubuh terluka, Raden Rama berlari mencari pertolongan. Rahwana dan anak buahnya kembali mengejar.

Hingga akhirnya Raden Rama berhenti di depan rumah Guru Tapa. Guru Tapa menghentikan dan melindungi Rama yang terluka. Guru Tapa minta pada Rahwana agar berhenti bertarung. Rahwana masih susah dihentikan. Namun Guru Tapa memaksa. Saat keadaan Raden Rama parah, muncullah Dewi Sinta bersama dua abdi Guru Tapa membawa bayi. Wajah Dewi Sinta tak percaya. Di hadapannya ada dua laki-laki. Rahwana dan Raden Rama! Raden Rama tak kalah terkejutnya. Ia dengan bahagia memeluk Raden Rama. Namun Rahwana dengan sinis berkata pada Dewi Sinta, pasti anak itu juga ada darah Rahwana karena Dewi Sinta pernah bersamanya. Dewi Sinta menangis mengusir Rahwana. Raden Rama kembali bimbang.

Dewi Shinta dengan sungguh-sungguh berkata pada semuanya, di antara sakit sehabis melahirkan ia akan buktikan bahwa ucapan Rahwana adalah fitnah. Begitu melihat api unggun ia berkata akan masuk ke dalamnya. Jika Dewi Shinta terbakar hangus, itu berarti Dewi Shinta memang sudah tidak suci dan sudah mengkhianati Raden Rama. Raden Rama berteriak melarang Dewi Shinta masuk ke dalam api. Tapi terlambat. Dewi Shinta sudah masuk ke dalam kobaran api. Raden Rama menangis sedih. Namun anehnya, Dewi Shinta tidak terluka sedikitpun. Dewi Shinta tetap utuh. Kata-kata Dewi Shinta terbukti. Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Raden Rama minta maaf dan memeluk Dewi Shinta dan anak mereka. Rahwana yang merasa panas berusaha akan membunuh Dewi Sinta dan Raden Rama. Namun naas, Rahwana terjungkal sendiri di atas api yang menyala-nyala. Rahwana terbakar dan mati dalam keadaan mengenaskan…


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar